Lodzboard – Bankok Bank yang berbasis di Thailand mengumumkan bahwa pada hari Kamis mereka telah resmi membeli 89,1 persen saham dari Bank Permata sekitar 4,67 miliar dolar amerika sebagai bagian dari ekspansi di luar negri.

Mayoritas saham Bank Permata dimiliki oleh raksasa keuangan Inggris Standard Chartered dan konglomerat Indonesia PT Astra International, dengan masing-masing memiliki 44,56 persen di bank yang mengoperasikan sekitar 330 cabang di 62 kota di seluruh Indonesia tersebut,

Nilai transaksi Permata pada 1,77 kali nilai buku pada Septe,ber dan menunjukkan harga beli Rp. 1.498 (11 sen Amerika) per saham.

Kesepakatan itu diharapkan akan ditutup pada 2020 dengan Bangkok Bank akan melakukan penawaran wajib untuk sisa 10,88 persen saham dengan harga pembelian yang sama setelah menyelesaikan transaksi untuk memperoleh saham dari Standart Chartered dan Asrta.

“Ekspansi international adalah strategi utama kami. Indonesia pada khususnya adalah fokus utama kami, karena kami ini adalah salah satu ekonomi utama yang tumbuh paling cepat di Asia dengan fundamental makroekonomi yang sangat menarik, demografi yang menguntungkan dan peningkatan integrasi regional ASEAN, “Kata ketua Bank Bangkok Piti Sithi Amnuai dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Bank Permata, bank terbesar ke-12 di Indonesia berdasarkan aset, memiliki 7,6 miliar dollar amerika pinjaman dan deposito 8,5 miliar dollar amerika pada September.

Saham Bank Permata, diperdagangkan dengan kode BNLI, menolah 5,6 persen pada hari Kami, mengungguli Indeks Komposit Jakarta, yang mengakhiri hari perdagangan dengan melemah 0,7 persen.

Menurut perusahaan konsultan AS McKinsey & Company, konsolidasi sektor perbankan di Asia diperkirakan akan meningkat karena pertumbuhan ekonomi di kawasan ini melambat dan pemberi pinjaman bergulat dengan margin yang menipis, memburuknya kualitas aset, dan meningkatkan biaya.

Baca Juga : Ide Bisnis Usaha Di Era Digital Yang Dapat Anda Jajal 

Rumor tentang pengambilalihan bunga di Bank Permata telah mendapatkan perhatian tahun ini setelah Standart Chartered mengatakan pada bulan Februari bahwa investasi di bank tidak lagi inti, yang menandakan itu terbuka untuk menjual sahamnya.

Dirkektur Utama Bank Permata, Ridha DM Wirakusumah mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kami bahwa bank menyambut pembelian saham oleh Bank Bangkok/

Bangkok Bank adalah salah satu bank terbesar di Thailand dengan jariangan yang sangat luas. Kemampuannya untuk menavigasi lintas sektor di Asia akan membawa kita nilai tambah yang signifikan bagi klien dan pelanggan,” katanya. “Permata Bank akan terus mengembangkan bisnis perbankan, ritel, grosir dan syariah.”