BI mempertahankan suku bunga acuan

 

Lodzboard – Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan negara stabil pada 5 persen pada hari Kamis setelah memangkas suku bunga kebijakan sebesar 100 basis poin (bps) pada kuartal kedua tahun ini untuk mendorong ekspansi ekonomi. Pertumbuhan kredit turun menjadi 6,53 persen pada Oktober, lebih lanjut menandakan lemahkan ekspansi ekonomi.

“Dengan membaikanya kondisi ekonomi global dan dalam negri, rapat dewan gubernur pada 18 dan 19 Desember memutuskan untuk mempertahankan tingkat repo terbaik dalam seminggu ini pada 5 %,”

Gubernur BI Perry Warijayo mengatakan dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Kamis setelah rapat dewan gubernur Bank Sentral.

Bank Sentral mempertahankan suku bunga depostio pada 4,25 persen dan suku bunga pinjaman pada 5,75 persen.

“Kebijakan moneter akan tetap akomodatid dan konsisten karena inflasi dan stabilitas eksternal tetap terkendali serta langkah-langkah yang di ambil untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah perlambatan ekonomi global,” Tambah Perry.

Baca Juga : 9 Cara Membuat Bisnis Kecil Anda Lebih Sukses

Pertumbuhan pinjaman bank menyentuh level terendah tiga tahun lebih dari 6,53 persen pada Oktober, menunjukkan lemahnya ekspansi ekonomi di ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02 persen pada kuartal ketiga tahun ini, terlemah dalam lebih dari dua tahun.

Untuk mendorong bank meningkatkan pinjaman, BI bulan lalu memutuskan untuk memotong rata-rata persyaratan cadangan primer (GWM) Рjumlah minimun likuiditas bank yang tersimpan di bank sentral sebesar 50 bps, sebuah langkah yang diperkirakan akan membebaskan likuiditas bank. Kebijakan yang akan mulai berlaku pada 2 Januari 2020 tersebut di harapkan membuat tingkat GW, bank  konvensional turun menjadi 5,5 persen, sedangkan tingkat GWM bank syariah akan menjadi 4 persen.